Masyarakat Pesisir Cenderung Agamis dan Konsumtif

SEPUTAR MBULU - Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) Yogyakarta, Cristriyati Ariani, mengatakan walau mempunyai tempraman yang keras masyarakat pesisir cenderung lebih agamis. Menurut Ariani, hal itu kemungkinan disebabkan masih kentalnya tradisi yang masih beranggapan laut mempunyai penunggu.

“Kegiatan agamis pada masyarakat pesisir kemungkinan diajarkan secara turun temurun dari orangtuanya," katanya saat menjadi pembicara dalam seminar gelar tradisi masyarakat pesisir dengan tema “Tradisi Pesisir, Masa Lalu, Kini dan Masa Depan” belum lama ini di Pakalongan.

Selain itu, kata dia, masih ada kepercayaan-kepercayaan mereka yang masih menganggap adanya penunggu atau pemilik laut. "Seperti mitos Dewi Lanjar pada laut utara, dan Nyi Roro Kidul di laut selatan,” ucapnya.

Selain cenderung lebih agamis, Ariani berpendapat masyarakat pesisir juga cenderung konsumtif. Menurutnya, kecenderungan tersebut disebabkan masyarakat pesisir masih memiliki pemikiran bahwa ikan di laut tak akan pernah habis.

“Masyarakat pesisir biasanya memiliki pola konsumtif yang tinggi, apabila hasil laut melimpah, dan dapat uang banyak. Mereka akan cenderung langsung menghabiskannya. Karena mereka masih berpikir bahwa ikan di laut tidak akan pernah habis," jelasnya. (wak)

0 comments

Leave a Reply